SELAMAT DATANG DI BLOG WAROENG VW MEDAN

Waroeng VW Medan telah memulai usahanya sejak 2010. Berawal dari lokasi di dekat lapangan sepakbola di kawasan Jalan Setiabudi, Kompleks TASBI, Medan, Waroeng VW Medan mulai berjualan hanya setiap hari minggu saja. Ramainya pelanggan yang membeli sarapan pagi di waroeng VW Medan, menginspirasi pengelolanya untuk ..... Baca Selengkapnya

MENGHILANGKAN BAU BAWANG PUTIH

Posted by admin | Tuesday, October 14, 2014 | Category: | 0 comments

(di posting hari minggu - 12 Oktober 2014)

Gak suka bau langu bawang putih pada masakan anda? Takut memakai banyak bawang putih pada masakan? Jangan khawatir, ada cara jitu menghilangkan bau bawang putih pada masakan .
1. Goreng lah bawang putih sebelum diuleg, goreng dengan minyak sedikit dan api sedang hingga warna kecoklatan sedikit. Maka bawang putih tidak akan meninggalkan bau langu pada masakan anda.
2. Cara ke 2 ini sedikit memakan waktu, yaitu keprok (remukkan) bawang putih yg telah di kupas. Lalu aliri bawang dengan air yg terus mengalir selama 30 mnt. Dijamin bau bawang yg anda takuti sudah hilang
Nah mana yg anda pilih? Yang manapun pilihan anda, saya harap bisa membuat anda puas. Silahkan mencoba..have a nice sunday

Kue Arem-arem

Posted by admin | Thursday, October 9, 2014 | Category: | 0 comments

Kue ini disebut Arem - arem. Banyak dimakan di daerah jawa. Warung VW Medan menjadikan kue ini menjadi sebuah kenangan bagi kebanyakan orang jawa di kota Medan. Kue ini merupakan salah produk andalan warung VW Medan dan sangat laris. Hal ini mungkin disebabkan karena tidak mudah menemukan kue ini.

Arem-arem merupakan penganan serupa lemper, yaitu nasi berisi sayuran (isi arem-arem dapat dimodifikasi dengan bahan lainnya sesuai selera) dibungkus dengan daun pisang. 
Arem-arem sangat dikenal sebagai alternatif pengganti sarapan. Biasanya ukurannya dibuat lebih besar daripada lemper.

Mengenai Warung VW Medan

Posted by admin | | Category: | 0 comments

Warung VW Medan telah memulai usahanya sejak 2010. Berawal dari lokasi di dekat lapangan sepakbola di kawasan Jalan Setiabudi, Kompleks TASBI, Medan, Warung VW Medan mulai berjualan hanya setiap hari minggu saja. Ramainya pelanggan yang membeli sarapan pagi di warung VW Medan, menginspirasi pengelolanya untuk mencari tempat permanen di sekitar lokasi lapangan sepakbola.
Pada tahun 2011, Warung VW Medan mendapatkan lokasi berjualan di depan Super Swalayan, Kompleks TASBI, tidak jauh dari lapangan sepakbola (masih berjualan di lokasi tersebut hingga saat ini)
Menurut banyak pelanggan, banyak pihak yang sudah mencoba berjualan di lokasi tersebut, tapi tidak pernah bertahan lebih dari 6 bulan, bahkan ada yang hanya 3 bulan sudah tutup.
Dengan penuh keyakinan, meskipun biaya sewa bulanan terbilang mahal (dalam nilai jutaan), Warung VW Medan masih terus bertahan dan telah berhasil mengembangkan lokasi jualan di tempat lain (Warung VW Medan telah membuka unit usaha Khusus Kue di Jalan Setiabudi Pasar 1, Ruko Athiya Laksa No. A2 Medan).
Warung VW Medan menyediakan berbagai kuliner, mulai dari beragam kue / jajanan pasar, sarapan pagi dan berbagai jenis makanan lainnya (lihat di "menu kami" pada halaman web)
Warung VW Medan juga telah banyak melayani pesanan dari luar lokasi jualan. Mulai dari individu sampai beberapa instansi / lembaga pemerintah dan swasta. 

Nasi Tumpeng

Posted by admin | | Category: | 0 comments

Salah satu menu andalan (pesanan khusus) adalah nasi tumpeng. Nasi Tumpeng merupakan makan khas Indonesia yang berasal dari tradisi jawa. Saat ini sudah banyak yang merasakan makanan ini. Biasanya makanan ini di pesan untuk acara - acara tertentu seperti acara selamatan, ulang tahun dan lain-lain. Terbuat dari bahan - bahan masakan dengan bumbu rempah Indonesia yang terkenal. Nasi Tumpeng adalah pesanan yang sudah banyak disajikan oleh warung VW Medan. setidaknya sudah lebih puluhan Nasi Tumpeng setiap tahunnya sejak tahun 2010 telah dibuat oleh Warung VW Medan.

Berikut ini sejarah mengenai nasi tumpeng dari sumber online

(Sumber Wikipedia)
Masyarakat di pulau Jawa, Bali dan Madura memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting. Meskipun demikian kini hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal tumpeng. Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Setelah masyarakat Jawa menganut dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.
Meskipun tradisi tumpeng telah ada jauh sebelum masuknya Islam ke pulau Jawa, tradisi tumpeng pada perkembangannya diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa, dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Dalam tradisi kenduri Slametan pada masyarakat Islam tradisional Jawa, tumpeng disajikan dengan sebelumnya digelar pengajian Al Quran. Menurut tradisi Islam Jawa, "Tumpeng" merupakan akronim dalam bahasa Jawa : yen metu kudu sing mempeng (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh). Lengkapnya, ada satu unit makanan lagi namanya "Buceng", dibuat dari ketan; akronim dari: yen mlebu kudu sing kenceng (bila masuk harus dengan sungguh-sungguh) Sedangkan lauk-pauknya tumpeng, berjumlah 7 macam, angka 7 bahasa Jawa pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan). Tiga kalimat akronim itu, berasal dari sebuah doa dalam surah al Isra' ayat 80: "Ya Tuhan, masukanlah aku dengan sebenar-benarnya masuk dan keluarkanlah aku dengan sebenar-benarnya keluar serta jadikanlah dari-Mu kekuasaan bagiku yang memberikan pertolongan". Menurut beberapa ahli tafsir, doa ini dibaca Nabi Muhammad SAW waktu akan hijrah keluar dari kota Mekah menuju kota Madinah. Maka bila seseorang berhajatan dengan menyajikan Tumpeng, maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Yang Maha Pencipta agar kita dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memperoleh kemuliaan yang memberikan pertolongan. Dan itu semua akan kita dapatkan bila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh.[butuh rujukan]
Tumpeng merupakan bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional. Perayaan atau kenduri adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya. Karena memiliki nilai rasa syukur dan perayaan, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi menjadi kue ulang tahun dalam perayaan pesta ulang tahun.
Dalam kenduri, syukuran, atau slametan, setelah pembacaan doa, tradisi tak tertulis menganjurkan pucuk tumpeng dipotong dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling terhormat, paling dimuliakan, atau yang paling dituakan di antara orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut. Kemudian semua orang yang hadir diundang untuk bersama-sama menikmati tumpeng tersebut. Dengan tumpeng masyarakat menunjukkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan sekaligus merayakan kebersamaan dan kerukunan.[1]

Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai 'tumpengan'. Di Yogyakarta misalnya, berkembang tradisi 'tumpengan' pada malam sebelum tanggal 17 Agustus, Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, untuk mendoakan keselamatan negara.

Copyright © - WAROENG VW MEDAN
Powered by Blogger
Arranged by Mediora
Supported by MBN Associates